Maraknya penipuan emas palsu membuat banyak orang jadi lebih waspada sebelum membeli. Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana yang bisa dicoba sendiri di rumah untuk mengecek keaslian emas, meski tetap tidak seakurat alat uji profesional.
1. Cek Cap atau Stempel Kadar Emas
Emas asli biasanya memiliki cap kecil yang menunjukkan kadarnya, seperti 750 (setara 18K), 916 (22K), atau 999 (24K). Cap ini umumnya berada di bagian dalam cincin atau di kaitan kalung. Jika sama sekali tidak ada cap, sebaiknya lebih berhati-hati.
2. Tes Magnet Sederhana
Emas asli bersifat non-magnetik, artinya tidak akan tertarik oleh magnet. Jika perhiasan tertarik kuat oleh magnet, kemungkinan besar itu bukan emas asli atau mengandung campuran logam magnetik dalam jumlah besar. Meski begitu, tes ini bukan jaminan mutlak karena beberapa logam campuran non-emas pun tidak magnetik.
3. Perhatikan Warna dan Reaksi terhadap Kulit
Emas asli tidak mudah luntur atau meninggalkan noda kehijauan/kehitaman di kulit meski dipakai berkeringat. Jika warnanya mulai pudar atau meninggalkan bekas di kulit setelah beberapa waktu, bisa jadi itu tanda lapisan emas yang tipis (gold plated), bukan emas solid.
4. Uji dengan Air (Tes Terapung)
Emas murni memiliki densitas tinggi sehingga akan tenggelam saat dimasukkan ke dalam air, bukan mengambang. Jika perhiasan justru mengapung atau melayang di tengah air, kemungkinan bahan dasarnya bukan emas murni.
5. Cara Paling Aman: Cek Langsung di Toko Emas Terpercaya
Tes sederhana di rumah hanya bisa jadi indikasi awal, bukan bukti pasti. Cara paling akurat tetap dengan membawa perhiasan ke toko emas atau tempat uji logam mulia bersertifikat, yang punya alat uji kadar emas secara profesional.
Kesimpulan
Cap kadar, tes magnet, hingga tes air bisa jadi langkah awal untuk menaksir keaslian emas di rumah. Namun, untuk kepastian yang sebenarnya, terutama sebelum membeli dalam jumlah besar, selalu pastikan bertransaksi di toko emas tepercaya yang menyediakan sertifikat dan uji kadar resmi.





