Saat membeli perhiasan atau emas batangan, Anda pasti sering menemukan istilah 24K, 22K, hingga 18K. Angka-angka ini sering bikin bingung, padahal maknanya cukup sederhana kalau sudah paham dasarnya.
1. Apa Itu Karat pada Emas
Karat (K) menunjukkan tingkat kemurnian emas, dihitung dari skala 24. Emas 24K berarti kandungan emasnya mendekati 99,9% murni, sementara semakin kecil angkanya, semakin banyak logam lain yang dicampurkan ke dalamnya.
2. Emas 24K: Paling Murni, Tapi Paling Lunak
Emas 24K biasanya dipakai untuk emas batangan atau logam mulia karena kemurniannya yang tinggi cocok untuk investasi. Namun, karena sifatnya yang lunak, emas 24K kurang ideal untuk perhiasan yang sering dipakai sehari-hari karena mudah baret dan berubah bentuk.
3. Emas 22K dan 18K: Lebih Kuat untuk Perhiasan Harian
Emas 22K (sekitar 91,6% emas) dan 18K (75% emas) dicampur dengan logam seperti tembaga atau perak agar lebih keras dan tahan lama. Kadar seperti ini lebih umum digunakan untuk cincin, kalung, atau gelang yang dipakai setiap hari.
4. Kenapa Ada Emas Kuning, Putih, dan Rose Gold
Warna emas ditentukan oleh jenis logam campuran yang digunakan, bukan oleh kadar kemurniannya. Emas kuning umumnya dicampur tembaga dan perak, emas putih dicampur paladium atau nikel, sedangkan rose gold mengandung lebih banyak tembaga sehingga warnanya kemerahan.
5. Kadar Mana yang Cocok untuk Kebutuhan Anda
- Untuk investasi jangka panjang: emas 24K atau logam mulia bersertifikat
- Untuk perhiasan harian yang sering dipakai: emas 18K-22K yang lebih tahan gesekan
- Untuk perhiasan bertatah batu permata: umumnya menggunakan emas 18K karena lebih kokoh menahan dudukan batu
Kesimpulan
Tidak ada kadar emas yang lebih baik secara mutlak, semua tergantung kebutuhan. Emas 24K unggul untuk investasi, sementara 18K-22K lebih praktis untuk perhiasan yang dipakai sehari-hari. Memahami perbedaan ini membantu Anda memilih emas yang benar-benar sesuai kebutuhan.





